Sosisalisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di MIS Al Marwa Medan

Authors

  • Nurlaili Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
  • Zulfitri Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
  • Ika Sandra Dewi Fasya Nadia Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah

Keywords:

Implementasi Kurikulum Merdeka, Platform Merdeka Mengajar, Kompetensi Guru

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) memerlukan pemahaman yang baik dari guru agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, berpusat pada peserta didik, dan sesuai dengan capaian pembelajaran. Hasil observasi di MIS Al Marwa Jln. Jermal X Medan menunjukkan bahwa sebagian guru masih memerlukan penguatan pemahaman mengenai konsep, perangkat ajar, dan pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, demonstrasi penggunaan PMM, dan pendampingan penyusunan perangkat ajar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai konsep Kurikulum Merdeka, penyusunan modul ajar, serta pemanfaatan PMM sebagai sumber belajar dan pengembangan kompetensi profesional. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran yang lebih inovatif, berpusat pada peserta didik, dan sesuai dengan prinsip Implementasi Kurikulum Merdeka.

References

1. Daga, A. T. (2021). Makna merdeka belajar dan penguatan peran guru di sekolah dasar. Jurnal Educatio, 7(3), 1075–1090.

2. Gall, M. D., Gall, J. P., & Borg, W. R. (2007). Educational research: An introduction (8th ed.). Pearson Education.

3. Mukhtar, & Iskandar. (2009). Orientasi baru supervisi pendidikan. GP Press.

4. Mulyasa, E. (2013). Standar kompetensi dan sertifikasi guru. PT Remaja Rosdakarya.

5. Organisation for Economic Co-operation and Development. (2025). OECD Teaching Compass: Reimagining teachers as agents of curriculum change. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/8297a24a-en

6. Redecker, C. (2017). European framework for the digital competence of educators: DigCompEdu (EUR 28775 EN). Publications Office of the European Union. https://doi.org/10.2760/159770

7. Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sinar Grafika.

8. Republik Indonesia. (2005). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

9. Rusman. (2010). Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru. Rajawali Pers.

10. Sibagariang, D., Sihotang, H., & Murniarti, E. (2021). Peran guru penggerak dalam pendidikan merdeka belajar di Indonesia. Jurnal Dinamika Pendidikan, 14(2), 88–99.

11. Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Alfabeta.

12. Tharaba, M. F. (2019). Kajian pemikiran integrasi keilmuan universitas Islam. Proceedings of the International Conference on Islamic Education (ICIED), 126–133.

13. Wahyuni, W., & Naim, M. R. (2019). Application of a joyful learning strategy based on humor communication to improve the interests and achievements of learning English. Eduvelop, 3(1), 56–63. https://doi.org/10.31605/eduvelop.v3i1.423

Downloads

Published

30-06-2026

How to Cite

Nurlaili, Zulfitri, & Nadia, I. S. D. . F. (2026). Sosisalisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di MIS Al Marwa Medan. Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 65–72. Retrieved from https://ejournal.atds.ac.id/index.php/karyaunggul/article/view/122

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.