ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK BANGUNAN GEDUNG GEREJA REFORMED INJIL INDONESIA MEDAN DENGAN METODE FMEA (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS)
Keywords:
Risiko Kecelakaan Kerja, FMEA, RPN, Proyek KonstruksiAbstract
Proyek konstruksi merupakan sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat aktivitas fisik intensif, penggunaan peralatan, dan kondisi lapangan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya serta menganalisis tingkat risiko kecelakaan kerja pada pembangunan Gedung Gereja Reformed Injil Indonesia Medan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penilaian risiko dilakukan melalui parameter tingkat keparahan (Severity), kemungkinan terjadinya (Occurrence), dan kemampuan deteksi (Detection) untuk memperoleh Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan pengangkutan material secara manual memiliki nilai RPN tertinggi, yaitu 120, sehingga menjadi prioritas utama dalam pengendalian risiko. Risiko lainnya berada pada kategori sedang hingga rendah, namun tetap memerlukan tindakan pencegahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan FMEA efektif dalam membantu manajemen proyek menentukan prioritas pengendalian risiko serta mendukung penerapan K3 guna meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja.
References
[1] Abryandoko, E. W. (2018). Penilaian Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Menggunakan Metode HIRADC dan Safety Policy. Universitas Bojonegoro.
[2] Anwar, F. N., Farida, I., & Ismail, A. (2014). Analisis Manajemen Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Pekerjaan Upper Structure Gedung Bertingkat (Studi Kasus Proyek Skyland City – Jatinangor). Sekolah Tinggi Teknologi Garut.
[3] Apriyan, J., Setiawan, H., & Ervianto, W. I. (2017). Analisis risiko kecelakaan kerja pada proyek bangunan gedung dengan metode FMEA. Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 1(1), 115–123.
[4] Astiti, N. P. M. (2014). Analisis Risiko Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol Benoa–Bandara–Nusa Dua. Universitas Udayana.
[5] Astuti, R., & Martini, S. (2013). Teknik dan Analisis Pengambilan Keputusan Fuzzy dalam Manajemen Rantai Pasok. IPB Press.
[6] Heinrich, H. W. (1959). Industrial Accident Prevention: A Scientific Approach. McGraw-Hill.
[7] International Labour Organization. (2003). Encyclopedia of Occupational Health and Safety. Geneva.
[8] International Labour Organization. (2013). Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Sarana untuk Produktivitas. Jakarta.
[9] Junaedi, T., & Nurcahyo, T. J. W. A. C. B. (2013). Analisa dan Pengukuran Potensi Risiko Kecelakaan Kerja dengan Menggunakan Metode APMM pada Proyek Pembangunan Dormitory 5 Lantai Akademi Teknik Keselamatan dan Penerbangan Surabaya. ITS.
[10] King, R. W., & Hudson, R. (1985). Construction Hazard and Safety Handbook. Butterworths.
[11] Manuasri, L. K. A. (2011). Manajemen Risiko pada Proyek Konstruksi di Pemerintah Kabupaten Jembrana. Universitas Udayana.
[12] Marimin, Djatna, T., Suharjito, Hidayat, S., & Utama, D. N. (tanpa tahun). [Judul tidak lengkap – data perlu dilengkapi].
[13] Muslim, E. A., Ratnaningsih, A., & Sukmawati, S. (2014). Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Gunawangsa Merr Apartment. Universitas Jember.
[14] National Incident Database Report. (2011). New Zealand Mountain Safety Council.
[15] Norken, I. N. (2015). Pengantar Analisis Manajemen Risiko Proyek Konstruksi. Udayana University Press.
[16] Poon, G. K. K., & Yang, J. B. (2009). Risk evaluation in failure mode and effects analysis using fuzzy-weighted geometric mean. Expert Systems with Applications, 36, 1995–1207.
[17] Purba, E. A., Monica, A. K. B., dkk. (2015). Analisa Manajemen Risiko pada Proyek PDAM Semarang. [Institusi tidak dicantumkan].
[18] Rumimper, R. R. (2015). Analisis Risiko pada Proyek Konstruksi Perumahan di Kabupaten Minahasa Utara. [Institusi tidak dicantumkan].
[19] Saragi, Y. R. R. (2011). Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) pada Pembangunan Gedung. Universitas HKBP Nommensen.
[20] Sari, N. (2016). Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerjaan Konstruksi. Universitas Tanjungpura.
[21] Sepang, B. A. W. (2013). Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Pembangunan Ruko Orlens Fashion Manado. Universitas Sam Ratulangi.
[22] Setiawan, P. F. (2014). Manajemen Risiko Proyek Vale di PT Multipanel Intermitra Mandiri. [Institusi tidak dicantumkan].
[23] Singh, A., Hinze, J., & Coble, R. J. (1999). Implementation of safety and health on construction sites. Proceedings of the Second International Conference of CIB Working Commission W99, Honolulu, Hawaii, 24–27 March 1999.
[24] Tarwaka. (2014). Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Manajemen dan Implementasi K3 di Tempat Kerja. Harapan Press.
[25] Wicaksono, I. K., & Singgih, M. L. (2011). Manajemen Risiko K3 pada Proyek Pembangunan Apartemen Puncak Permai Surabaya. ITS.


